Teks Keterangan foto : Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, S.H., M.M., menyematkan selempang penghargaan kepada Pimpinan Kloter 06 sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam mendampingi 358 jemaah haji pada acara penyambutan kepulangan Kloter 06 Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin (8/6/2026). (Ahmed) Medan (MOL GNI.sbs) — Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, S.H., M.M., mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan 339 jemaah haji asal Kabupaten Mandailing Natal yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dan kembali ke Tanah Air dengan selamat dan Sehat.
Hal tersebut disampaikan Saipullah Nasution kepada awak media usai menghadiri penyambutan 358 Jemaah Haji Kloter 06 yang tergabung dari Kabupaten Mandailing Natal, Nias Selatan, Toba Samosir, Labuhan Batu, Nias Utara dan Kota Medan di Debarkasi Medan di Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan, Senin pagi (8/6/2026).
Keterangan foto: Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution memberikan keterangan pers kepada awak media usai menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 06 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Senin (8/6/2026). Pemkab Madina bersyukur atas kepulangan 339 jemaah haji asal Mandailing Natal dalam keadaan selamat serta mengajak jemaah menjaga kemabruran haji dan menjadi teladan di tengah masyarakat. (MOL GNI/Puput) "Alhamdulillah, kami bersyukur seluruh jemaah haji asal Mandailing Natal dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan baik setelah menunaikan ibadah haji. Meski demikian, kami juga turut berduka atas wafatnya satu jemaah di Tanah Suci Atas Nama Isron baitul nomor manifest 088 asal kabupaten Mandailing Natal dimakamkan di Mekkah, Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.
Menurut Saipullah, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terus memberikan dukungan penuh kepada para jemaah haji, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan transportasi, akomodasi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya guna memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan ibadah jemaah.
Ia berharap seluruh jemaah yang telah kembali memperoleh predikat haji mabrur dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berharap para jemaah semakin meningkat keimanan dan ketakwaannya, memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi, serta menjadi teladan di tengah masyarakat melalui akhlak dan perilaku yang baik," katanya.
Saipullah juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Sumatera Utara, seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan dan pelayanan ibadah haji, (PPIH, P3IH) termasuk petugas kloter, pemerintah daerah, serta unsur terkait lainnya yang terlibat dalam proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah. Tutupnya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Mandailing Natal, H. Ahmad Zainul Khobir Batubara, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa seluruh proses pemulangan jemaah telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah untuk memastikan perjalanan menuju Mandailing Natal berjalan lancar.
"Alhamdulillah seluruh rangkaian pemulangan sudah kami rencanakan. Jemaah akan melanjutkan perjalanan menuju Mandailing Natal dengan pengawalan dan dukungan transportasi yang telah disiapkan. Setibanya di daerah, jemaah akan disambut oleh Wakil Bupati bersama unsur pemerintah daerah dan keluarga masing-masing," ujarnya.
Ahmad Zainul Khobir menyebutkan bahwa secara umum kondisi jemaah dalam keadaan sehat. Namun demikian, satu orang jemaah bernama Isron baitul nomor manifest 088 asal Mandailing Natal meninggal dunia di Makkah pada 10 Zulhijjah 1447 H setelah menunaikan rangkaian ibadah hajinya.
Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan jemaah, termasuk kondisi darurat maupun pemulangan, telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan dukungan petugas kesehatan dan armada pendukung.
Lebih lanjut, Ahmad Zainul Khobir memperkirakan kuota calon jemaah haji asal Mandailing Natal pada musim haji tahun depan berpotensi mencapai lebih dari 800 orang, sehingga diperlukan persiapan dan koordinasi yang lebih matang dari seluruh pihak terkait.
Menutup keterangannya, ia berharap para jemaah dapat mempertahankan kemabruran hajinya setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
"Mudah-mudahan seluruh jemaah sampai ke kampung halaman dengan selamat dan tetap menjaga kemabruran hajinya. Tanda-tanda haji mabrur itu terlihat dari meningkatnya kualitas ibadah, kepedulian sosial yang semakin baik, serta mampu menjadi panutan bagi masyarakat," pungkasnya. (Puput Oktora)



.png)





